Berikut Tuntutan Mahasiswa Banyuwangi Yang Demo Di Depan Gedung DPRD 

suarabanyuwangi.com - Ratusan mahasiswa dan aktivis se-Banyuwangi demo di depan kantor DPRD. Aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan petugas kepolisian sempat mewarnai demo.

Mahasiswa di Banyuwangi meneriakkan, penolakan UU KPK. Mahasiswa juga menolak pelemahan terhadap lembaga KPK. Bahkan mahasiswa juga mengkiritik RUU KUHP, kabut asap, kekerasan di Papua, konflik agraria, RUU Pertanahan, RUU PKS, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan, represif aparat, RUU Ketenagakerjaan, dan pemindahan Ibukota Negara.

Tak hanya itu, Mahasiswa juga mendesak agar eksekutif dan legislatif segera menyelesaikan berbagai konflik agraria yang terjadi di Bumi Blambangan. Presiden BEM Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi Rifqi Nuril Huda mengatakan, "sampai detik ini masih banyak konflik agraria di Banyuwangi yang belum diselesaikan oleh pemerintah daerah."

"Banyak persoalan agraria yang belum terselesaikan, sehingga petani tidak mendapatkan hak-haknya," terangnya.

Oleh demonstran, pihak eksekutif dan legislatif Bumi Blambangan juga diminta membatalkan hak pakai atas lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Wongsorejo. Selanjutnya dikembalikan sesuai hak petani setempat.

“Tegakkan agenda Reforma Agraria di Banyuwangi, baik dalam rangka pengembalian tanah-tanah rakyat yang dirampas maupun upaya perlindungan dan kesejahteraan hak petani atas kebijakan Perhutanan Sosial,” seru mahasiswa.

Meski sempat memanas lantaran mereka tidak bisa masuk ke gedung DPRD, aksi kembali kondusif. Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik HZ turun tangan untuk mengendalikan massa.

"Saya menghargai rekan-rekan semua. Kami dari kepolisian, kita ingin menjaga Banyuwangi kondusif," katanya.

Taufik mengaku sudah berkoordinasi dengan sekretariat dewan terkait tuntutan pengunjuk rasa. Sayangnya, Pimpinan DPRD saat ini tidak berada di tempat.

"Ketua DPRD, mertuanya meninggal. Sementara 3 Wakil Ketua DPRD berada di luar kota. Tapi ada beberapa anggota dewan yang siap menerima rekan-rekan," ujarnya. (MM)

Komentar