Relasi Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pembangunan Sosial Ekonomi

Pembangunan infrastruktur bukan hanya bisa mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas, tetapi juga menjadi pondasi untuk keluar dari middle income trap. Pembangunan infrastruktur yang digalakkan Presiden Joko Widodo menyangkut kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan strategis pariwisata nasional, kebijakan sektoral, kebijakan pemerataan ekonomi, dan kebijakan bantuan sosial.

Konsistensi pembangunan infrastruktur tersebut merupakan faktor penting yang harus dilakukan agar mampu menciptakan pemerataan dan menurunkan tingkat kemiskinan sekaligus sebagai upaya keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah. Kegiatan pengembangan dan pembangunan infrastruktur dilakukan menyebar di seluruh nusantara. Hal tersebut tercermin dalam pemerataan ekonomi melalui pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan peningkatan produktivitas melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, mencatat adanya 245 proyek strategis nasional, ditambah dua program. Dengan estimasi total nilai investasi Rp 4.197 triliun. Selain itu, terdapat 13 proyek senilai Rp 444 triliun berada di Maluku dan Papua, 27 proyek senilai Rp 155 triliun berada di Sulawesi, dan 15 proyek senilai Rp 11 triliun berlokasi di Bali dan Nusa Tenggara. Proyek yang paling banyak berada di Jawa dengan total 93 proyek dengan estimasi nilai Rp 1.065 triliun, disusul pembangunan di Sumatera dengan 66 proyek senilai Rp 884 triliun.

Menurut data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), pencapaian PSN pada kuartal II-2017 antara lain Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung, kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek, bandara internasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Kilang Minyak Bontang, dan Jalan Tol Serang-Panimbang.

Ditulis oleh Purnomo, Alumni Program Pascasarjana Studi Administrasi Negara Konsentrasi Kebijakan Publik Universitas Brawijaya, Calon Bupati Banyuwangi 2020-2025.

Komentar