Poliwangi Kembangkan Teknologi Fish Feeder untuk Budidaya Ikan

Suara Banyuwangi - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat(PKM) Poliwangi dibantu oleh dua mahasiswa Program Studi Teknik Mesin menciptakan mesin fish feeder. Mesin itu dirancang untuk memberi pakan ikan secara otomatis. Waktu pemberian pakan bisa diatur menggunakan timer. Menurut mereka, alat ini dibuat untuk meningkatkan efektifitas penggunaan tenaga manusia.

Mesin fish feeder itu kemudian diserahkan kepada mitra Tahta Khatulistiwa Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono. Mesin ini dibuat dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat(PKM) yang dipimpin oleh Nuraini Lusi bersama dua dosen Poliwangi, yaitu Akhmad Afandi dan Sari Wiji Utami. “Mesin ini kami ciptakan untuk memecahkan permasalahan yang sering dihadapi oleh mitra Poliwangi Tahta Khatulistiwa dalam budidaya ikan”, terang Nuraini Lusi.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan selama empat bulan tersebut, dimulai dengan melakukan survei dan interview. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dan menganalisa permasalahan yang dialami oleh mitra. “Ternyata mitra kita itu mengalami permasalahan dalam pemberian pakan yang sangat memakan waktu dan tenaga, sehingga muncul ide untuk meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi berupa mesin pemberi pakan ikan yang dapat beroperasi secara otomatis”, katanya.

Mekanisme kerja dari mesin ini, dirancang dengan sederhana mungkin agar mudah dioperasikan oleh pengguna. Cara penggunaannya hanya dengan meletakkan pakan ikan pada wadah berbentuk kerucut dengan kapasitas 30-40 kilogram, kemudian pakan akan jatuh ke bawah. Pakan yang jatuh ini akan masuk dan mengisi impeller, yang langsung terhubung dengan motor penggerak yang sudah diatur secara otomatis.

Wadah pakan dibuat dengan menggunakan bahan stainless steel. Penggunaan bahan tersebut dalam pembuatan mesin, memiliki banyak keuntungan diantaranya tahan korosi, kokoh dengan kekuatan tarik yang cukup besar, dan mudah untuk dibersihkan. Mesin ini sangat efektif, terutama bagi para peternak ikan dengan kapasitas besar.

Daniel Amrulloh, selaku pemilik usaha ikan Tahta Khatulistiwa menjelaskan bahwa kolamnya memiliki ukuran 10x30 meter dengan kedalaman satu hingga dua meter. Kolamnya digunakan untuk budidaya ikan koi yang telah mencapai panjang 5-10 cm. “Mesin fish feeder ini sangat membantu dalam proses pemberian pakan kepada ikan, selama ini kami masih menggunakan cara manual dengan waktu pemberian pakan tiga hingga empat kali dalam sehari”, katanya.

Daniel berharap kegiatan PKM dari Poliwangi ini akan terus berjalan untuk menyelesaikan permasalahan dan mengembangkan teknologi tepat guna dalam budidaya ikan. Dia harap untuk selanjutnya dapat dibuat pakan secara mandiri melalui mesin pencetak pakan sistem extruder. “Saya harap kegiatan ini bisa terus berjalan dan terus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan lainnya yang dihadapi mitra” ungkapnya.

Komentar