Partisipasi Rakyat dalam Pemilihan Kepala Daerah

Pemilihan kepala daerah merupakan salah satu event yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, hal ini sangat menggembirakan karena berarti saat ini masyarakat telah memiliki kesadaran politik yang bagus.

Akan tetapi ada satu hal yang sangat disayangkan, alih-alih memberikan pendidikan politik yang baik serta mengakomodasi suara dan kepentingan rakyat, keadaan ini justru dimanfaatkan partai politik untuk kepentingan dirinya dan juga kelompoknya, sekaligus sebagai ajang pembagian 'kursi kekuasaan'.

Seharusnya, pemilihan kepala daerah dapat menjadi cerminan ketulusan pilihan rakyat sehingga nantinya mempunyai dampak untuk mewujudkan kesejahteraan yang sebenarnya.

Aturan pemilihan kepala daerah sebagaimana dalam undang-undang masih mensyaratkan keterlibatan langsung DPRD. Sehingga, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana format yang tepat dalam menggagas keterlibatan rakyat dalam pemilihan kepala daerah tersebut.

Pertanyaannya, apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan DPRD untuk mengakomodasi kehendak rakyat dalam pemilihan kepala daerah?

Langkah yang pertama, mengadakan sebuah forum publik yang akan merumuskan secara spesifik dan akurat keinginan publik tentang figur kepala daerah yang diinginkan. Forum publik ini bukan sekedar sebuah forum untuk mendengarkan pendapat rakyat saja, namun sekaligus merupakan forum pengambilan kebijakan yang hasil-hasilnya akan disahkan oleh DPRD sebagai sebuah kebijakan daerah.

Kedua, disepakati adanya lembaga-lembaga independen untuk melakukan pengawasan terhadap setiap aktivitas yang berlangsung dalam proses pemilihan kepala daerah, yang nantinya lembaga-lembaga independen tersebut harus melaporkan hasil pengawasannya kepada publik. Obyek pengawasannya pun harus meliputi dua komponen utama pemilihan, yakni DPRD dan calon kepala daerah.

Ketiga, ada forum debat terbuka bagi setiap calon kepala daerah, yang mana forum tersebut nantinya dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dalam forum ini, rakyat akan mendapatkan kesempatan untuk menilai langsung figur calon kepala daerahnya, sekaligus sebagai pendidikan politik bagi masyarakat.

Keempat, melakukan mekanisme voting terbuka.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, pemilihan kepala daerah diharapkan akan menghasilkan pemimpin yang dapat mewujudkan kesejahteraan yang sebenar-benarnya bagi rakyat.

Ditulis oleh Purnomo, Alumni Program Pascasarjana Studi Administrasi Negara Konsentrasi Kebijakan Publik Universitas Brawijaya, Calon Bupati Banyuwangi 2020-2025.

Komentar