Opini: Saatnya Remaja Manfaatkan Smartphone Buat Belajar

Suara Banyuwangi - Sebuah fakta menarik terungkap karena ternyata 85 persen remaja memanfaatkan smartphone, tablet, atau desktop untuk membuka aplikasi pendidikan, dan tidak melulu untuk bermain sosmed atau game.

Hal tersebut diungkapkan Ahmad Rafiie Pratama kepada wartawan suarabanyuwangi.com ketika memaparkan disertasi yang baru diraih berjudul Mobile Device and Mobile Learning Among Secondary School Studies in Indonesia di UII Yogyakarta.

Tantangan zaman yang semakin menantang, dan kemajuan teknologi yang semakin canggih menuntut orang tua untuk dapat mengarahkan anaknya agar dapat memaksimalkan fasilitas digital sebagai media pembelajaran.

Sutejo 43 tahun, warga kecamatan Sempu Banyuwangi yang berprofesi sebagai pedagang pasar, memaparkan bahwa, biarpun dirinya terbilang gagap teknologi, Sutejo selalu mengingatkan anaknya untuk memaksimalkan smartphone yang dibelikannya untuk anaknya yang masih kelas 2 Sekolah Menengah Pertama menjadi media belajar. Baik dari video tutorial seperti Youtube, atau media berita lain.

“Saya hanya bisa mengarahkan anak saya untuk bisa menggunakan hapenya dengan baik dan benar. Supaya tidak sampai terjebak oleh hal-hal negatif, yang ditimbulkan oleh hape seperti yang di lihat di berita-berita. Kasus pornografi, ujaran kebencian dan hal negatif lain” Ujar Sutejo.

Saatnya Remaja Manfaatkan Smartphone Buat Belajar

Selain perhatian orang tua, peran guru di sekolah pun sangat di perlukan untuk mengarahkan siswa-siswanya agar dapat menggunakan gadgetnya sebagai mana mestinya dan bisa dijadikan media belajar. Saat sekolah diharapkan juga guru mampu memberikan tips dan rekomendasi aplikasi belajar untuk para muridnya agar tidak terkesan guru anti tehadap teknologi.

Komentar