Nihil Solusi Permanen untuk Kekeringan di Banyuwangi

Suara Banyuwangi – Kekeringan akibat musim kemarau di Banyuwangi sampai saat ini belum ditangani secara serius oleh pihak terkait, terlihat dari belum adanya solusi permanen untuk mengatasi dampak dari kekeringan. Solusi permanen yang seharusnya bisa dilakukan diantaranyapi panisasi atau pembuatan sumur bor. Sejauh ini dampak kekeringan hanya diatasi dengan mengirimkan bantuan air bersih yang notabene hanya merupakan solusi jangka pendek.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyediakan air bersih dengan jumlah total 375 rit, 294 rit air bersih sudah dikirimkan ke lokasi kekeringan dan semuanya sudah terpakai.

Sejak Agustus lalu BPBD mendistribusikan secara bertahap air tersebut ke empat kecamatan di Banyuwangi, yakni Wongsorejo, Tegalsari, Bangorejo, dan Tegaldlimo. Sisa kuota air yang belum dikirim sebanyak 81 rit, setelah pada bulan Agustus dibagikan 188 rit air dan September ini sebanyak 106 rit. Padahal perkiraan musim kemarau masih akan berlangsung lama.

Banyuwangi Fajar Suasana Kepala BPBD menyebutkan, pihaknya memang menyediakan sekitar 375 rit, terkait distribusi air bersih ini. Jumlah itu diambilkan dari anggaran sejumlah Rp 150 juta yang meliputi biaya distribusi. ”Ya, kita siapkan segitu,” terangnya.

Pihak BPBD menyampaikan bahwa kebutuhan air tidak perlu dirisaukan, meskipun ada kemungkinan kemarau yang cukup panjang. Smmua anggaran akan di back up BPBD Provinsi Jawa Timur, jika anggaran dari kabupaten untuk kebutuhan air sudah tidak cukup. ”Ini memang kemaraunya mundur,” terangnya. Hasil perkiraan cuaca musim hujan baru akan dimulai pada dasarian ketiga di bulan November.

Di sisi lain, menurut Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Banyuwangi Supriyono hal tersebut memang benar, bahwa pada dasarian tiga November musim hujan baru akan dimulai. ”Benar. BPBD berkomunikasi dengan kita soal distribusi ini,” jelasnya. Beberapa kecamatan yang masuk dalam kurun ini diantaranya Singojuruh, Sempu, Songgon, Licin, sebagian Kalibaru dan Glenmore.

Komentar