Mengenal Lebih Dekat Sosok Mas Pur, Calon Bupati Banyuwangi Independen

Mas Pur berasal dari lingkungan pedesaan dan lahir dari keluarga petani, sang ayah merupakan petani Utun, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Sejak kecil Mas Pur sudah akrab bergaul dengan masyarakat kecil di lingkungannya khususnya kalangan petani sehingga sensitifitas terhadap kesenjangan sosial sudah dirasakannya sejak dini.

Meski terlahir dari lingkungan pedesaan dan masyarakat petani, Mas Pur sejak kecil telah memiliki impian besar, yakni memberikan kontribusi nyata untuk kota kelahirannya Banyuwangi. Demi mewujudkan impiannya tersebut, Mas Pur menyelesaikan Studi Magisternya dibidang kebijakan Publik Universitas Brawijaya Malang, dengan harapan dapat memperbaiki kebijakan pemerintah yang kurang pro terhadap masyarakat kecil. Sejak tahun 2002-2013 Mas Pur menjadi Konsultan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Bahkan dia terpilih menjadi Juara Nasional Tim Leader Terbaik, sungguh prestasi yang membanggakan.

Melihat lebih dalam jejak rekamnya, sejak tahun 2013 Mas Pur pernah dipercaya sebagai Konsultan Individu Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Disitu Mas Pur si anak petani Banyuwangi bertugas membantu penyelesaian permasalahan lahan di 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN).  Ketujuh Pos PBLN tersebut adalah PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka, dan PLBN Motaain di Kabupaten Belu. Ketiganya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai perbatasan dengan Negara Timor Leste. PLBN Skouw di Distrik Muara Tami, kota Jayapura, untuk perbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Serta 3 PLBN di Kalimantan Barat yang merupakan batas negara Indonesia dengan Malaysia, yaitu PLBN Entikong, di Kabupaten Sanggau, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas dan PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.

Meskipun beliau banyak disibukan sebagai konsultan di Kementerian PUPR, beliau tetap menjalin hubungan baik dengan berbagai komunitas yang ada di kota kelahirannya Banyuwangi, antara lain komunitas petani, nelayan dan penebas di Bumi Blambangan, termasuk intim dengan komunitas masyarakat Banyuwangi yang berkiprah di luar daerah. Mendengar keluh kesah dari berbagai macam komunitas atas masalah-masalah yang menimpa mereka menjadi makanan sehari-harinya, hingga mendorong Mas Pur untuk maju sebagai calon bupati.

Dengan pengalamannya dalam menangani kemiskinan, penanganan infrastuktur serta masalah sosial perkotaan. Ditambah kinerja memecahkan permasalahan dilintas batas negara, kemampuan finansial dan kredibilitas, mas pur dianggap masyarakat mampu dan layak untuk maju sebagai calon Bupati Banyuwangi pada pemilihan kepala daerah tahun 2020 mendatang.

Dengan niat Ibadah, bermodalkan restu orang tua dan atas desakan rakyat, Mas Pur bertekad untuk maju sebagai calon Bupati Banyuwangi dengan jalur non parpol ( Independen). Jalur Independen diambil sebagai langkah politik berdasarkan gagasan dan keinginan masyarakat agar Banyuwangi memiliki pemimpin yang dilahirkan langsung dari kebutuhan rakyat, bukan dari PARPOL yang identik dengan politik transaksional dan rentan dengan praktik korupsi.

Komentar