Mengenal Kopi Khas dari Banyuwangi Dari Desa Kemitren

suarabanyuwangi.com -  Banyuwangi yang terletak di paling timur Pulau Jawa memiliki wilayah pesisir sekaligus dataran tinggi. Terdapat daerah gugusan gunung di Banyuwangi yang membuatnya memiliki dataran tinggi dengan dua gunung eksotis yaitu Gunung Raung dan Gunung Ijen yang keduanya terkenal di kalangan pendaki dengan kawah raksasanya.

Dekat dengan air laut karena berada di pesisir, dataran tinggi penghasil belerang, dan letak geografis perkebunan kopi di pegunungan yang menghadap timur menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Jawa dengan rasa yang unik. Salah satu jenis kopi yang terkenal adalah kopi Ijen yang memiliki keunikan dari semburan belerang di tanah pegunungan, memiliki kadar keasaman yang pas disertai rasa coklat bila dikecap lama-lama. Kopi Ijen tentu menambah jajaran kopi berkualitas yang dimiliki Indonesia.

Di Banyuwangi terdapat sebuah desa yang bisa disebut sebagai "ibu kota kopi" di Banyuwangi, yaitu Desa Kemiren. Desa Kemiren terletak di Kabupaten Banyuwangi. Desa ini bukan penghasil  kopi karena tidak memiliki kebun kopi satu hektar pun, namun penduduk di Desa Kemiren piawai dalam mengolah biji kopi hingga menjadi minuman enak.

Febri dari Kelompok Sadar Wisata Desa Kemiren mengatakan penduduk desa biasa mengolah biji kopi dari berbagai daerah di Banyuwangi. "Kita (adalah) desa pengolah biji kopi, dari mulai robusta dari Gumbengsari, arabika Belawan dari Pegunungan Ijen," kata dia. Uniknya masyarakat Desa Kemiren mengolah biji kopi dengan cara tradisional, yaitu menyangrai di atas wajan besar yang dipanaskan menggunakan kayu bakar serta menghaluskan kopi dengan cara ditumbuk. Kopi Jaran Goyang dan Kopi Osing adalah kopi yang terkenal dari Desa Kemiren.

Desa Kemiren telah menjadi desa wisata yang menawarkan berbagai hal mulai dari proses pengolahan kopi tradisional, cagar budaya rumah adat suku Osing yaitu masyarakat asli Banyuwangi, dan Festival Ngopi Sepuluh Ewu (sepuluh ribu cangkir kopi) yang diadakan tiap 12 Oktober setiap tahunnya. "Sejak enam sampai tujuh tahun lalu, pada 12 Oktober ada acara yang namanya Ngopi Sepuluh Ewu. Warga memberikan kopi gratis untuk masyarakat yang hadir," kata Febri.

Banyuwangi yang terkenal dengan masyarakat penarinya dan tarian Gandrung, penduduknya juga menyukai kopi lebih dari sekadar produksi dan pengolahannya saja.

Tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kopi Internasional. Maka, sudahkah Anda ngopi hari ini?

Komentar