Melahirkan Calon Pemimpin Independen Untuk Banyuwangi Lebih Hebat

Menjelang pemilihan Bupati Banyuwangi tahun 2020, beberapa kandidat yang digadang akan maju pada pertarungan politik memperebutkan kursi kepimpinan Banyuwangi telah muncul diberbagai media. Tercatat ada 8 kandidat yang diprediksi maju sebagai calon Bupati antara lain, Ipuk Azwar Anas, Yusuf Widyatmoko, Purnomo, Ali Ruchi, Taufik Hidayat, Heru Pratista, R. Bomba Sugiarto, Abdillah Rafsanjani (Radar Banyuwangi, Jawa Pos, 07/09/2019)

Dari kedelapan calon yang digadang maju tersebut hampir semua diprediksi maju melalui jalur partai politik (PARPOL). Beberapa calon bahkan telah mengambil formulir pendaftaran ke beberapa PARPOL besar yakni PDI-P dan PKB. Antara lain, Yusuf Widyatmoko dan R. Bomba Sugiarto ke PDI-P. selanjutnya Taufik Hidayat, Heru Pratista  dan Abdillah Rafsanjani merapat ke PKB. Sedangkan ketiga calon lain belum melakukan pendaftaran resmi melalui jalur Parpol.

Ada hal menarik diantara kedelapan kandidat tersebut. Purnomo, muncul sebagai kandidat yang telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon bupati independen. Hingga berita ini dimuat telah banyak kelompok dan komunitas-komunitas sosial masyarakat yang mendeklarasikan diri mendukung pencalonan Purnomo sebagai calon bupati Independen. Antara lain, komunitas Paseduluran Petani Banyuwangi, Persatuan Nelayan Grajagan, Komunitas Petani Curahjati, Komunitas Pedagang Pasar, Persatuan Pelajar Jogja Banyuwangi, dan lain-lain.

Masyarakat menilai kandidat dari jalur independen adalah jawaban bagi mereka yang kurang percaya terhadap kinerja partai politik. Setelah UU No. 32 tahun 2004 dirubah menjadi UU No. 12 tahun 2008 berubahlah peta model kontestasi politik yang kita miliki. Pemimpin daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota boleh memilih pemimpinnya secara langsung walaupun tanpa kendaraan partai.

Optimisme muncul dari Purnomo sebagai kandidat independen karena beberapa hal, misal tidak tersandera urusan politik kelompok tertentu, lebih transparan dan akuntabel serta prestasi yang gemilang karena terukur berdasarkan prestasi tertentu atau track record yang baik. Pilihan kandidat independen juga ikut menjawab tantangan masyarakat yang melihat kader partai tidak berhasil menunjukkan kinerja memuaskan. Selain itu beberapa kali oknum pejabat yang berasal dari partai tertentu juga terlibat korupsi menambah keraguan publik. Maka dari itu opsi kandidat independen diharapkan mampu menjawab beberapa alasan-alasan tersebut dan bukan hanya sekedar pilihan alternatif semata.

Sosok yang muncul dari jalur independen ini biasanya diidentikkan dengan seseorang yang bebas dari tekanan politik karena tak berafiliasi bersama partai tertentu. Terlihat lebih bersih karena jauh dari lingkaran kekuasaan serta terbebas dari dosa masa lalu.

“Pilkada bukan ajang investasi bisnis, ajang berkhidmat untuk rakyat. Selamatkan Pilkada, pilih yang Independen”, tegas Wiyadi, aktivis dan pengusaha asal Sempu Banyuwangi.

Komentar