Komunitas Rakyat Banyuwangi Dukung Purnomo Maju Pilkada 2020

Komunitas Rakyat Banyuwangi menggelar deklarasi mendukung pasangan bakal calon bupati Purnomo untuk maju di Pilkada Banyuwangi 2020.

Purnomo merupakan Konsultan di Kementerian PUPR itu diketahui telah mendeklarasikan dirnya sebagai calon Bupati Banyuwangi Independen atau Non Partai setelah banyak mendapatkan desakan untuk maju dari berbagai komunitas lintas golongan dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti kontraktor, pengusaha, hingga pedagang pasar.

Walaupun dirasa cukup berat untuk maju sebagai calon Independen, karena harus berhadapan dengan Parpol besar yang dominan di Banyuwangi, seperti PDI-P dan PKB, serta syarat lolos pendaftaran dari KPU. Purnomo yakin, dapat melewati kesulitan-kesulitan tersebut karena di belakangnya ada rakyat yang siap mendukungnya secara penuh.

Kejenuhan terhadap Parpol menjadi dasar perjuangan dan keinginan besar menghadirkan pemimpin yang dilahirkan langsung dari rakyat. Jalur Independen diyakini sebagai jalan satu-satunya dalam menciptakan pemimpin yang jujur, bersih, dan amanah sesuai kebutuhan rakyat dan jauh dari praktik politik transaksional serta kepentingan partai.

Pertimbangan rakyat Banyuwangi mendorong jebolan S2 Kebijakan Publik, Universitas Brawijaya, Malang, ini bukan tanpa alasan, mas Pur begitu sapaan akrabnya memiliki segudang pengalaman dan prestasi.

Purnomo pernah didaulat menjadi Juara Nasional Tim Leader Terbaik PNPM ditahun 2013, putra mantan Kepala Desa (Kades) Jambewangi, ini dipercaya menduduki posisi Konsultan Individu Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Disitu Mas Pur si anak petani Banyuwangi, bertugas membantu penyelesaian permasalahan lahan di 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Yakni PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), PLBN Motamasin, di Kabupaten Malaka, dan PLBN Motaain, di Kabupaten Belu. Ketiganya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai perbatasan dengan Negara Timor Leste.

PLBN Skouw di Distrik Muara Tami, kota Jayapura, untuk perbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Serta 3 PLBN di Kalimantan Barat yang merupakan batas negara Indonesia dengan Malaysia. Yaitu PLBN Entikong, di Kabupaten Sanggau, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas dan PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.

Komentar