Jalan Rusak Akibat Pertambangan di Banyuwangi, Puluhan Warga Melakukan Demo di Kantor Bupati

Demo di Banyuwangi kembali terjadi. Kali ini, puluhan massa melakukan demo di depan Kantor Bupati dan DPRD Banyuwangi. Para pendemo menuntut agar tambang emas di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi segera ditutup. Menurut mereka, tambang emas tersebut selama ini menyebabkan rusaknya jalan di Desa Jajag hingga Desa Sumberagung dikarenakan kendaraan pertambangan yang hilir mudik dalam intensitas yang cukup sering.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan dua buah spanduk. Satu bertuliskan "Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu", dan spanduk lain yang berwarna hijau bertuliskan "Aksi Selasa Kliwon". Selain itu, disana juga tertuang "Batalkan IUP PT BSI, Batalkan IUP PT DSI. Kembalikan Status Lindung Hutan Gunung Tumpang Pitu".

Nurul Aini, salah seorang orator aksi mengatakan bahwa kegiatan pertambangan dapat merusak lingkungan dan ekosistemnya. Akibat lain yang dirasakan masyarakat juga adanya kerusakan pada jalan yang dilalui oleh kendaraan berat yang keluar maupun menuju lokasi pertambangan.

Lantaran tidak ditemui bupati ataupun perwakilan di Pemkab Banyuwangi, massa aksi kemudian melanjutkan aspirasinya ke gedung DPRD Banyuwangi. Mereka menuju kesana dengan berjalan kaki.

Di sana, peserta aksi lainnya, Zaenal Arifin menambahkan, dengan keluarnya IUP PT BSI dan DSI yang mengajukan perluasan lahan pertambangan, maka akan memperbesar dan memperparah dampak yang ditimbulkan. Tak hanya itu saja, operator tambang PT BSI juga ternyata belum mengantongi izin penggunaan jalan. Kendaraan yang keluar masuk area tambang telah melebihi batas beban peruntukan jalan di kabupaten Banyuwangi.

"Dalam surat dispensasi dari Dinas PU Provinsi Jatim Januari sampai Desember 2018, tertuang bahwa dalam 2x24 jam segala bentuk kerusakan yang ditimbulkan, murni adalah tanggung jawab PT BSI. Tapi hingga saat ini kerusakan tidak kunjung diperbaiki," keluh Zaenal saat berada di DPRD Banyuwangi.

Yulisetyo Rahayu, anggota DPRD Banyuwangi yang menemui warga di ruang rapat khusus, mengaku telah mencatat poin-poin aspirasi dari warga untuk nantinya disampaikan kepada pimpinan DPRD. "Seluruh aspirasi masyarakat sudah kita terima dan kita catat, akan kami sampaikan kepada pimpinan kami," kata Yulis.

Komentar