Gadis 15 Tahun Dijual untuk Jadi PSK di Banyuwangi

Perdagangan manusia (human trafficking) sudah menjadi masalah nasional dan internasional, tetapi sampai saat ini belum dapat diatasi secara tepat, baik oleh pemerintah setiap negara maupun organisasi-organisasi internasional yang berwenang dalam menangani masalah perdagangan manusia. Termasuk di Banyuwangi sebagai daerah yang mulai mejadikan pariwisata sebagai sektor utama pendapatan daerahnya.

Kasus human trafficking kembali terungkap di Banyuwangi yang merupakan salah satu kasus yang muncul dari ratusan kasus lain yang belum terungkap. Seorang remaja LA (15) dipaksa untuk menjadi PSK di lokalisasi Padang Bulan, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Kasus ini terungkap berawal dari laporan yang diterima Mapolsek Kabat dari kakek korban pada Jumat, 21 September 2018. Kakek korban mengatakan, telah mencari keberadaan cucunya LA karena lama tidak pulang ke rumah. Menurut penuturan Putu Ardana di Mapolsek Kabat, Senin (24/9/2018). “Kakek korban malah menemukan cucunya di lokalisasi Padang Bulan dan dipekerjakan sebagai PSK,” ucapnya.

Dari laporan tersebut kemudian pihak kepolisian mencoba menelusuri dengan mendatangi saksi-saksi dan mecari petunjuk untuk mengungkap siapa yang melakukan tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking. Dari hasil penelusuran, akhirnya Polisi menangkap tiga pelaku yang diduga melakukan tindak pidana tersebut. Ketiga tersangka yakni, Syaiful Bahri, warga Desa Rogojampi; Niwati, pemilik kamar di tempat lokalisasi Padang Bulan, dan Dewi Reva, yang menjemput korban di rumahnya.

Komentar