Calon Bupati Banyuwangi Mulai digodok Ulama dan Kiai

Suarabanyuwangi.com - Sejumlah tokoh, ulama dan kiai hingga aktivis LSM Banyuwangi membahas dan mulai merumuskan sosok ideal yang layak untuk mengisi jabatan bupati Banyuwangi masa kepemimpinan 2020-2025. Pembahasan tersebut digelar dalam silaturahim dan musyawarah akbar yang digelar berbagai tokoh masyarakat Banyuwangi.

Kegiatan yang dikoordinatori oleh Majelis Silaturahmi Ulama dan Umat Banyuwangi (MSUUB), didahului dengan kilas balik sejarah peranan ulama, kiai dan aktivis dalam berkontribusi kemajuan Bumi Blambangan.
"Sekarang ini masyarakat Banyuwangi membutuhkan, ulama, kiai, tokoh masyarakat dan aktivis selalu hadir untuk kebaikan bersama," ujar Ketua MSUUB sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Mansy’aul Huda, Tegaldimo. kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Pengasuh Pondok Pesantren Mansy'aul Huda, Tegaldlimo, KH Suyuti Toha ini pun mewanti-wanti agar seluruh ulama hingga aktivis di Banyuwangi, bias terus mengedepankan kepentingan Bersama, dengan mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan daerah.

Suasana forum silaturahim tersebut semakin hidup saat acara memasuki sesi tanya jawab dan diskusi. Terutama saat membahas tentang keberadaan ulama yang hanya menjadi alat politik untuk mendulang suara bagi para calon penguasa.

"Ulama Banyuwangi harus berpegang teguh pada agama dan kebenaran," cetus Holili, peserta dari perwakilan MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi.

Dari banyaknya narasi dan argument yang bermunculan, pada akhirnya para angota forum yang terdiri dari para tokoh dan ulama tersebut sepakat untuk mengusung sosok calon pemimpin Bumi Blambangan yang harus memiliki keikhlasan, cerdas, memiliki visi, cakap dan berpengalaman serta apa yang dilakukan selalu berlandaskan ajaran agama yang kuat dan kokoh.

Sementara itu MSUUB menggodok beberapa nama untuk menjadi calon bupati Banyuwangi, yang salah satunya adalah Ahmad Yazid, yang merupakan jebolan pesantren yang saat ini bergelut dibidang usaha, dan termasuk anggota keluarga dari pesantren Sidogiri. (AK)

Komentar