New Post

Rss

Saturday, August 29, 2015
no image

Website Banyuwangi Masuk Kategori Kabta Web Awards 2015

Website Banyuwangi Masuk Kategori Kabta Web Awards 2015 – Bayuwangi sukses menjadi salah satu kabupaten yang masuk dalam penghargaan website untuk Kabupaten terbaik. Dalam penghargaan tahunan Kabta Web Awards, Banyuwangi sukses menjadi salah satu dari enam kabupaten yang meraih penghargaan ini.


Dari kurang-lebih 370 website kabupaten yang memenuhi syarat penilaian, Banyuwangi sukses menembus enam besar dan dianugerahi penghargaan Kabta Web Awards tahun 2015 ini. Lalu apa kata Bupati kita? Pak Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengaku terkejut ketika dikabarkan mengenai pencapaian ini. Beliau tidak menyangka Banyuwangi berhasil mengalahkan 300-an website kategori kabupaten lainnya sehingga masuk ke 6 besar tahap penilaian dan sukses meraih penghargaan ini di tahun 2015 ini.


Beliau mengungkapkan, “Bagi kami website bukan soal menang tapi sejauh mana website tersebut memberi manfaat bagi banyak orang. Contohnya saja ingin mengetahui sejauh mana pembangunan ya tinggal membukanya.”


abdullah azwar anas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menerima Penghargaan Kabta Awards 2015 (sumber foto: BeritaSatu)


Bagi beliau, website Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki semangat untuk menjadikannya sebagai sarana informasi yang berguna dan meluas ke seluruh masyarakat Banyuwangi sendiri. Website tersebut memiliki tujuan untuk menyampaikan kabar tentang perkembangan Banyuwangi terkini, jadi informasinya akan sangat berguna bagi warga masyarakat Banyuwangi sendiri.


Dari penilaian 6 besar tersebut, website Banyuwangi sendiri mencapai peringkat kedua yang terbaik dari ratusan website kabupaten yang ada. Penghargaan sendiri diberikan oleh BeritaSatu sebagai penyelenggara. Sebagai penyelenggara, BeritaSatu memberikan penilaian berdasarkan konten website yang relevan, akses dan navigasi yang baik, aktual, hingga memiliki estetika tersendiri. Menurut pak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, website tersebut memiliki perencanaan pembangunan terbaik. Contohnya saja program e-musrembang, musyawarah perencanaan pembangunan sehingga publik mengetahui dan berpartisipatif dalam pembangunan di Banyuwangi.


Selain Banyuwangi yang berada di peringkat kedua Peraih Kabta Web Awards 2015, masih ada 5 website kabupaten lainnya yang juga meraih penghargaan yang sama. Mulai dari Kabupaten Bojonegoro di peringkat pertama dan Kabupaten Banyuwangi di peringkat kedua, berikut daftar lengkapnya:

1. Bojonegoro

2. Banyuwangi

3. Karanganyar

4. Kerawang

5. Trenggalek

6. Pulau morotai


Untuk kategori kota sendiri, Malang berhasil memperoleh penilaian yang paling tinggi mengalahkan Jakarta Timur. Berikut daftar Peraih Kabta Web Awards 2015, untuk kategori Kota, antara lain;

1. Malang

2. Jakarta Timur

3. Surabaya

4. Padang Panjang

5. Denpasar

6. Surakarta



Website Banyuwangi Masuk Kategori Kabta Web Awards 2015
no image

Salah Satu Budaya Banyuwangi Dipamerkan di Jerman

Salah Satu Budaya Banyuwangi Dipamerkan di Jerman – Budaya Indonesia sudah lama kita ketahui sangat menarik bagi penduduk luar negeri. Batik, Angklung, Tari Bali, Gamelan, dan sebagainya sudah lama mendapat panggung di pentas internasional. Kali ini salah satu budaya Indonesia, salah satu produk budaya Banyuwangi, memiliki panggungnya sendiri di Jerman.


Sebuah festival budaya terbesar di Eropa, Museumsuferfest, menjadi saksi bagi penari-penari budaya Banyuwangi yang membawakan tarian topeng pengusir roh jahat. Museumsuferfest yang diselenggarakan di Jerman ini menjadi panggung bagi para penari budaya Banyuwangi tersebut. Adapun Djaduk, Bonita, Dira dan Dwiki selaku penampil, berjuang mengharumkan Indonesia dan budayanya di panggung internasional.


budaya banyuwangi


Partisipasi Indonesia dalam festival budaya tersebut adalah sebagai Tamu Kehormatan. Tak tanggung-tanggung, para penari budaya Banyuwangi tersebut juga diberi panggung utama yang mencapai luas 800 meter. Tak hanya sebagai penari Barong Osing, kelompok tersebut juga membawakan musik-musik daerah yang diperpadukan dengan alat musik modern, bahkan dipadukan juga dengan genre musik modern seperti Jazz.


Berlanjut, para penampil yang membawa nama baik Indonesia ke mancanegara juga membawakan beragam musik khas lainnya, seperti dangdut yang memiliki akar dari musik India, dibawakan dengan warna khas musik Melayu.


Secara keseluruhan, para penampil sukses memukau penonton di tanah Jerman yang sangat banyak jumlahnya. Standing applause juga mewarni aksi kreasi kelompok tersebut. Selain itu, perwakilan Indonesia juga menampilkan rapper, pemain musik daerah yang dicampur antara musik Sunda, Jawa, Bali, dan Minang dengan alat musik seperti gitar, gamelan, dan sebagainya. Lagu-lagu daerah Indonesia hasil kreasi anak-anak negeri pun sukses memukau penonton.



Salah Satu Budaya Banyuwangi Dipamerkan di Jerman
Tuesday, August 25, 2015
Pemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M

Pemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M

pantai teluk hijau banyuwangiPemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M – Setelah Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai pusat pelatihan dan pembangunan sumber daya manusia bidang kelautan dan perikanan nasional oleh pemerintah.


Pemerintah akan membangun Politeknik Perikanan Negeri di Banyuwangi dengan kucuran dana Rp. 150 miliar.


Selain sudah mempunyai Balai Pendidikan dan Pelatihan Kelautan dan Perikanan (BPPP), Banyuwangi juga memiliki SMK maritim, industri galangan kapal dan potensi wisata bahari yang besar.



BPPP Banyuwangi menyelenggarakan pelatihan menggunakan kurikulum internasional yang berbasis dunia usaha dan dunia industri.


Dengan memperkuat sektor maritim, Banyuwangi menjadi basis karena memiliki potensi yang besar.



Pemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M
Pariwisata Banyuwangi Anti Tempat Hiburan Malam

Pariwisata Banyuwangi Anti Tempat Hiburan Malam

Pariwisata Banyuwangi Anti Tempat Hiburan Malam – Salah satu kebijakan Pemkab Banyuwangi adalah tidak mengizinkan pendirian tempat hiburan malam.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku pihaknya konsisten akan kebijakan tersebut.


Kebijakan ini tidak membuat investasi lokal maupun asing merosot.


2a8878a10806688a_1280_kites


Sebaliknya, dari tahun ke tahun pertumbuhan investasi terutama sektor pariwisata semakin tumbuh pesat dan semakin banyak memperoleh penghargaan di sektor pariwisata.


Branding Banyuwangi dikembangkan sebagai destinasi untuk keluarga, sehingga kebijakan anti tempat hiburan malam tidak berkorelasi dengan lemahnya investasi.



“Ada yang bilang tidak bisa masuk investasi kalau tidak ada tempat hiburan malam, tapi sekarang istilah itu terbantahkan.” terang Abdullah Azwar Anas.



Pariwisata Banyuwangi Anti Tempat Hiburan Malam
Inovasi Banyuwangi dalam Memajukan Pariwisata

Inovasi Banyuwangi dalam Memajukan Pariwisata

Inovasi Banyuwangi dalam Memajukan Pariwisata – Inovasi Banyuwangi dalam Memajukan Pariwisata di Banyuwangi Melalui Banyuwangi In Your Hand


Tehnologi merupakan salah satu jalan bagi Banyuwangi untuk mengejar berbagai ketinggalan, baik dalam reformasi birokrasi, ekonomi sampai pariwisata.


banyuwangi in your hands


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik diluncurkannya Banyuwangi In Your Hand oleh Telkomsel.


Banyuwangi In Your Hand menjadi salah satu instrumen percepatan dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi.


Dengan aplikasi ini pengguna dapat mengakses informasi mengenai tempat-tempat wisata dan industri kreatif yang menarik.

Kehadiran aplikasi Banyuwangi In Your Hand juga diharapkan mewujudkan konsep smart city di Banyuwangi.



Selain itu dapat membuat Banyuwangi semakin dikenal, meningkatkan kunjungan wisatawan dan pada akhirnya akan memajukan perekonomian Banyuwangi.


Bupati Azwar Anas memiliki totalitas dalam membangun Kabupaten Banyuwangi.


Di bawah kepemimpinannya, Banyuwangi menjadi semakin diperhitungkan dengan kemajuan perekonomiannya.



Inovasi Banyuwangi dalam Memajukan Pariwisata
no image

Ramai di Media Sosial, Tuhan Ternyata Ada di Banyuwangi

Ramai di Media Sosial, Tuhan Ternyata Ada di Banyuwangi – Pernah terbayang ketika seorang manusia ada yang bernama ‘Tuhan’? Faktanya, percaya tidak percaya, Anda akan menemukannya di Banyuwangi. Yap! Beberapa waktu lalu media sosial digegerkan dengan foto KTP bernama Tuhan yang diketahui dari situ berasal dari Banyuwangi, provinsi Jawa Timur. Hal ini bermula ketika salah seorang netizen (pengguna Internet) meng-upload foto Kartu Tanda Penduduk dengan kalimat yang cukup mengundang tawa dan rasa penasaran. Bisa tebak, posting tersebut jadi viral di Internet!


Seperti biasa, wajah Tuhan pun kemudian menghias media cetak, televisi dan juga media online. Penasaran dengan seseorang bernama Tuhan ini? Mari kita kenal lebih jauh, kok bisa diberi nama Tuhan.


Alasan Orangtua Memberi Nama Tuhan


Dari KTP-nya, Bapak dua anak tersebut merupakan warga RT/RW 001/002 Dusun Krajan, Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Lahir pada tanggal 30 Juni 1973, di tahun 2015 ini kini usianya mencapai 42 tahun. Masih dari data KTP, Bapak yang sehari-hari akrab dipanggil ‘Toha’ ini adalah seorang tukang kayu dan beragama Islam serta telah menikah dengan Husnul Hotimah.


ada-pria-bernama-tuhan-di-banyuwangi-v4oVi0rgCt2


Toha serta keluarga besar sempat merasa ketakutan juga ketika banyak wartawan yang mencari dia. Awalnya mereka mengira Toha sedang ada kasus atau masalah. Ketika itu, Toha sedang bekerja menyelesaikan pesanan pintu dan juga daun jendela kayu di desa tetangga, wartawan pun mendatanginya. Toha sendiri tak menduga kalau ternyata para wartawan cukup penasaran dengan namanya tersebut.


Ketika ditanya mengapa orang tua Toha memberinya nama Tuhan, Bapak dari kedua putri bernama Novita Sari dan juga Dwi Lestari ini tidak tahu pasti alasannya. Bahkan ketika orangtuanya masih ada tidak ada penjelasan mengenai keunikan nama tersebut. Toha sendiri tidak merasa aneh dengan nama pemberian orangtuanya tersebut.


Kemungkinan besar Bapak ini juga tidak melek Internet, nah ini yang cukup bikin bingung mengapa KTP-nya sampai jadi viral di Internet, bukan? Seseorang yang mengunggah foto KTP-nya di Internet dia akui tidak dikenal olehnya. Hanya saja, Toha kemudian teringat bahwa dia pernah meminjamkan KTP-nya pada seorang guru. Pada waktu itu, dia ingin memperpanjang STNK. Guru SD tersebut adalah pembeli sepeda motornya namun dia telah lupa namanya. Pria berkumis tersebut menduga dari situ kemungkinan KTP-nya dipotret.


Nama Tuhan Tidak Hanya di Indonesia


Kasus serupa ternyata juga terjadi di belahan bumi lainnya, tidak hanya di Banyuwangi. Beberapa orang ternyata pernah dinamai dengan nama ‘Tuhan’. Salah satunya warga di China yang menggunakan nama ‘God’. ‘God’ sendiri merupakan bahasa Inggris dari ‘Tuhan’. God berprofesi sebagai pelayan di China dan populer ketika Mike Shinoda, personel band rock Linkin Park, mengunggah nama pria tersebut. Selain itu, pada tahun 2014, media kembali dibuat heboh oleh seorang pria Rusia yang punya nama God Gazarov. Pada waktu itu, aplikasi pengajuan kartu kredit yang dilakukan oleh God Gazarov ditoalk karena nama depan yang dia miliki dianggap palsu.


Wah, wah!


Apa Kata MUI?


MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur turut berkomentar perihal penggunaan nama ‘Tuhan’ tersebut. Pihak MUI  sendiri mengajurkan agar nama tersebut sebaiknya diganti dan bahkan meminta pada petugas pencatatan sipil menarik KTP tersebut untuk sementara.


KH Abdusshomad Bukhori, Ketua Umum MUI Jawa Timur, menuturkan tidak ada larangan untuk menggunakan nama Tuhan di dalam ajaran Islam. Namun, akan lebih baik apabila ditambahkan dengan nama depan atau akhir agar tidak ditafsirkan sebagai Tuhan yang Maha Tunggal atau Esa. Sebagai contoh, Ghofur berarti “Pemberi Ampun”. Nama ini sering disandingkan dengan nama depan “Abdul” sehingga punya arti “Hamba Pemberi Ampun”.


Ya, kita tunggu saja update terbaru dari si Bapak tukang kayu yang adalah anak bungsu dari 7 bersaudara tersebut ya!


Kebanyakan dari kita pasti masih penasaran, mengapa bisa orangtua memberikan nama ‘Tuhan’ pada anaknya ya? Bapak Toha asal Banyuwangi yang sedang fenomenal pun tidak bisa memberi tahu sih alasannya. Yah, mungkin bisa jadi pelajaran juga untuk orangtua lainnya ketika memberikan nama pada anak mereka.



Ramai di Media Sosial, Tuhan Ternyata Ada di Banyuwangi
Monday, August 24, 2015
Ajang Wisata Sejuta Pesona | Banyuwangi Festival 2015

Ajang Wisata Sejuta Pesona | Banyuwangi Festival 2015

Ajang Wisata Sejuta Pesona | Banyuwangi Festival 2015 – Pemprov Jawa Timur bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Banyuwangi Festival 2015.


Banyuwangi Ethno Carnival


Ajang yang telah digelar sejak 2012 ini menyuguhkan beragam potensi daerah mulai dari kekayaan seni dan budaya, olahraga serta pariwisata.


Sebanyak 38 rangkaian acara ditetapkan dalam Banyuwangi Festival 2015 ini.

International Tour de Banyuwangi Ijen, Festival Rujak Soto, Beach Jazz Festival, International Surfing Competition, Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Batik Festival, Banyuwangi Ethno Carnival, dan masih banyak kegiatan lainnya.


Harapan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Banyuwangi Festival mampu memberikan semangat bagi masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.



“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama peduli. Ini yang Kami maksud sebagai semangat humanisme, kemanusiaan untuk memperbaiki diri,” imbuh dia.


“Semuanya dikemas dalam festival yang kreatif, unik dan menarik untuk mempromosikan pariwisata namun juga memaksimalkan potensi daerah. Ini ajang wisata sejuta pesona, ” kata Azwar Anas



Ajang Wisata Sejuta Pesona | Banyuwangi Festival 2015
Copyright © 2012 Suara Banyuwangi All Right Reserved
Shared by Themes24x7