New Post

Rss

Thursday, September 3, 2015
no image

Bupati Banyuwangi, Istri, dan Balon Pink

Bupati Banyuwangi, Istri, dan Balon Pink – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam perayaan peringatan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 (HUT RI), ikut mengikuti berbagai perlombaan HUT RI yang diadakan di Lapangan Blambangan. Mulai dari perlombaan balap karung, bakiak, hingga balon pink atau balon romantis, bupati Banyuwangi turut serta dalam berbagai perlombaan tersebut.


Satu yang paling menyita perhatian, bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama sang istri Ayin Azwar Anas terlibat dalam perlombaan balon romantis dan terlihat sangat menikmati perlombaan tersebut. Azwar Anas dan sang istri terlihat sangat kompak dalam perlombaan tersebut. Sehabis upacara pada dasarnya memang selalu ada perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan sebagai kegiatan untuk memeriahkan acara. Acara upacara dan perlombaan diadakan di Lapangan Blambangan.


Dalam partai final acara lomba balon romantis tersebut, meski Azwar Anas dan istri terlihat sangat kompak dan semangat dalam perlombaan tersebut, sayangnya harus mengakui keunggulan peserta lainnya dan tersingkir di partai final. Meski memang menang selama di babak penyisihan, Bupati Banyuwangi dan istri harus tersingkir di babak penentuan juara tersebut.


bupati banyuwangi dan istri

Bupati Banyuwangi dan Istri (tengah) Sumber: BanyuwangiKab.go.id


Berbagai perlombaan tersebut digelar demi meningkatkan relasi yang lebih akrab di antara jajaran pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama para mitra (stakeholders) yang terkait, juga dengan masyarakat Banyuwangi sendiri. Masyarakat yang hadir juga ikut antusias menyaksikan para pejabat daerah di luar aktivitas keseharian mereka. Dan tentu sangat menarik perhatian, apalagi terlihat kekompakan dan hubungan yang luar biasa. Satu yang paling menonjol dalam acara tersebut mungkin merupakan Abdullan Azwar Anas dan istri.


Azwar Anas sendiri mengakui bahwa dukungan sang istri juga sangat berpengaruh dalam karier politiknya, mulai dari awal hingga menjadi Bupati Banyuwangi seperti sekarang ini. Menurutnya, sehebat apapun prestasi seseorang dalam pekerjaan atau pun kariernya, tak akan ada arti jika tak ada dukungan seorang istri yang dengan setia menemani dan juga mendukung setiap langkah, hingga akhirnya bisa berprestasi dalam kariernya, dan kariernya pun meningkat.


Dalam pernyataannya kepada Republika di Banyuwangi, ia menyatakan bahwa dukungan seorang istri itu sangatlah penting, boleh saja bekerja keras, tapi jika hubungan dengan istri tidak harmonis, makan keluarga tentu saja akan berantakan dan akan berpengaruh pula pada karier juga kapabilitas dalam pekerjaan lainnya. Hal itu juga sangat berpengaruh dalam karakteristik dari segi personal.


Beliau juga mengatakan bahwa terdapat banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari lomba-lomba yang diadakan di Lapangan Blambangan tersebut. Mulai dari lomba bakiak, misalnya, itu mengajarkan kepada kita tentang kebersamaan. “Jika satu kaki berbeda, maka yang lainnya pasti tak bisa jalan,” kata Azwar Anas ketika ditanya. Hal itu juga menunjukkan kesinambungan antara dua elemen yang berbeda, di mana kebersamaan tentu saja sangat dibutuhkan agar semuanya berjalan mulus dan sesuai ekspektasi.


Sementara, Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 sendiri di Banyuwangi berlangsung sangat meriah dan lancar. Berbagai kegiatan sebagai aktivitas perayaan yang digelar hingga akhir Agustus nanti antara lain yaitu Festival Musik Tour de Ijen, Festival Santri, dan Lampion Kemerdekaan 1945.


Banyuwangi lewat sang Bupati Banyuwangi diharapkan terus bertumbuh dan mampu berkembang sebagai sebuah kabupaten yang maju, mampu menarik turis lokal maupun mancanegara lewat berbagai jenis produk pariwisata seperti tempat-tempat wisata, kuliner, hingga budaya lokal. Banyuwangi sebagai sebuah kabupaten juga tentu akan lebih menarik dikunjungi jika suasana internal lewat pemerintahannya berjalan baik dan lancar tanpa ada gangguan, juga rakyat yang maju hingga fasilitas yang baik. Mari berharap agar Bupati Banyuwangi mampu terus menjalankan tugasnya dengan baik.



Bupati Banyuwangi, Istri, dan Balon Pink
no image

Pantai Boom Banyuwangi Segera Bangun Marina di Tahun 2017

Pantai Boom Banyuwangi Segera Bangun Marina di Tahun 2017 – Pantai Boom Banyuwangi adalah sebuah kawasan pantai yang cukup terkenal dari Banyuwangi. Banyuwangi sendiri merupakan kawasan kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur. Kemungkinan Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kota yang cukup unik ini, bukan?


Pantai Boom sendiri berlokasi di Kampung Mandar. Sering jadi tempat berkumpul para anak muda, khususnya di hari Minggu pagi. Tahukah Anda bahwa dahulunya Pantai Boom adalah pelabuhan penting. Ya, tepatnya pada tahun 1925-an. Ini dibuktikan dari dermaga-dermaga pelabuhan yang masih ada, gudang-gudang bekas dan juga tempat pelelangan ikan yang tidak dipakai lagi.


Marina Segera Dibangun di Pantai Boom Banyuwangi


Dari hal tersebut kita bisa melihat seberapa besar pamor Pantai Boom Banyuwangi sebagai pelabuhan penting. Hal ini yang kemungkinan mendasari segera dibangunnya dermaga kapal pesira atau yang dikenal dengan istilah marina. Menteri Pariwisata Arief Yahya telah menjadwalkan program rencana ini di Pantai Boom Banyuwangi pada tanggal 11 September 2015 nanti. Tentu ini jadi momen yang cukup membanggakan. Wisata maritim Banyuwangi akan semakin dikembangkan lagi!


pantai boom banyuwangi

pantai boom banyuwangi (sumber: Detik)


PT Pelindo Properti Indonesia yakni anak perusahaan dari BUMN PT Pelindo III yang berencana untuk membangun sebuah marina di kawasan seluas 30 hektar yang dimiliki oleh Pantai Boom Indonesia. Dermaga ini direncanakan akan mampu menampung sekitar 150 kapal pesiar atau yacht.


Oiya, sebagai informasi pula, pada perluncurkan proyek tersebut nanti juga akan ada acara penanaman 2000 pohon dan juga pelepasan anak penyu di kawasan Pantai Boom. Sesuai pernyataan dari Presiden Direktur dari PT Pelindo Properti Indonesia bahwa peluncuran proyek tersebut tidak hanya bertujuan membangun marina saja. Penataan kawasan pantai juga jadi perhatian sehingga membangkitkan pula ekonomi masyrakat di daerah Banyuwangi pada khususnya.


Antusiasme terhadap Marina Pantai Boom Banyuwangi


Diungkapkan pula bahwa antusiasme terhadap pembangunan marina ini sangat tinggi. Banyak pemilik yacht atau kapal pesiar dari berbagai belahan dunia ingin segera masuk ke dermaga Boom Banyuwangi. Ini terbukti ketika Pelindo III mngikuti ajang pameran maritim dan memasang konsep marina Boom tersebut, banyak pemilik yacht yang bertanya mengenai besaran tarif sewa sandar kapal pesiar. Oleh karena itu, pihak Pelindo merasa optimis mengenai  realisasi proyek marina tersebut.


Sebagai informasi pula bahwa dermaga marina dan juga resort tersebut akan dikoneksikan dengan kawasan Pantai Tanjung Benoa Bali dan juga Labuan Bajo yang ada di NTT. Sebagaimana kita tahu kawasan Banyuwangi tidak hanya dekat secara geografis dengan Bali tetapi juga terdapat beberapa kerja sama dengan beberapa bidang.


Mengapa presiden direktur Pelindo optimis dengan proyek ini, tidak takut bersaing dengan Bali? Beliau malah melihat sebaliknya. Banyuwangi bisa jadi alternatif karena tempat sandaran kapal pesiar di Bali sudah cukup penuh.


Tahap Pembangunan


Pembangunan marina di Pantai Boom Banyuwangi dikabarkan akan dilakukan secara bertahap. Di tahun 2016 nanti akan dibangun terlebih dahulu di bagian Pulau Wangi, yakni pulau kecil yang terletak di tengah Pantai Boom. Kemudian, pembangunan marina dan resort akan dimulai di awal tahun 2017 sehingga diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun.


Ada target nantinya Banyuwangi dapat jadi tuan rumah bagi sailing race Indonesia yang biasa digelar di Bali. Tajuk perlombaan itu sendiri direncanakan akan diubah menjadi “Fremantle Sailing to Banyuwangi Yacht Race & Rally”. Rencana acara ini sendiri sudah dibicarakan dengan operator Fremantle Sailing Club dan pihak Fremantle antusias terhadap rencana tersebut.


Uniknya pada konsep rancangan akan didesain akses yang lebih luas untuk pejalan kaki dan sepeda dibandingkan kendaraan bermotor. Tidak hanya itu, area hijau juga akan lebih diperhatikan. Pendirian ruang budaya dan pendidikan pun masuk dalam daftar dengan akan didirikannya eco park. Tentu saja area komersial tidak ketinggalan, Anda akan menemukan hotel dan restoran, water sport dan juga fasilitas one day cruise.


Berkaca dari beberapa tahun silam, di tahun 2004 sebenarnya kawasan Pantai Boom Banyuwangi juga pernah dijadikan tempat pembuatan kapal ekspedisi yang digunakan utnuk promosi pariwisata Banyuwangi. Kapal tersebut adalah kapal Umbul-umbul Blambangan. Namun proyek tersebut tenggalam. Semoga proyek marina di Pantai Boom Banyuwangi ini dapat menyebarkan potensi wisata Banyuwangi di ranah nasional bahkan Internasional!



Pantai Boom Banyuwangi Segera Bangun Marina di Tahun 2017
no image

Bupati Banyuwangi Gandeng Band Drive Untuk Perangi Narkoba dan HIV/AIDS

Bupati Banyuwangi Gandeng Band Drive Untuk Perangi Narkoba dan HIV/AIDS – Narkoba dan HIV/AIDS memang masih menjadi masalah utama dari waktu ke waktu, terutama di Indonesia. Narkoba dan HIV/AIDS menjadi sosok menakutkan yang selalu menjadi perusak generasi, di mana pun keberadaannya akan selalu ditakuti. Khusus di Banyuwangi, hingga akhir bulan Juli 2015 lalu, bahkan mencapai angka lebih dari 2000 orang penderita HIV/AIDS saja.


Adanya hal tersebut tentu saja membuat semua pihak merasa bertanggungjawab untuk memeranginya. Perang melawan narkoba dan HIV/AIDS di Banyuwangi pun terus digalakkan demi memusnahkan segala sumber yang bertanggungjawab dalam hal penyebarannya. Melalui hal tersebut pula, Bupati Banyuwangi saat ini Abdullah Azwar Anas menggandeng band Drive untuk memerangi HIV/AIDS dan narkoba yang kian hari kian marak penyebarannya.


Setiap bulan selalu saja terdapat kurang-lebih 50 kasus di Banyuwangi saja, dan mayoritas pengidap narkoba dan HIV/AIDS justru menjangkiti kalangan dengan rentang usia yang terhitung masih produktif, yakni 15 hingga 45 tahun.


bupati banyuwangi band drive

Bupati Banyuwangi & Band Drive (Sumber: Detik News)


Untuk upaya memeranginya sendiri, Bupati Banyuwangi  menggandeng Band Drive lewat kampanye anti-narkoba dan HIV/AIDS di Banyuwangi, menggunakan aksi atraktif dalam sebuah konser yang bertajuk Peaceful Concert. Upaya ini diharapkan mampu membantu menyadarkan kalangan muda secara khusus bahaya narkoba dan juga HIV/AIDS.


Pemilihan Band Drive sendiri sebagai figur anak muda bersih narkoba nantinya diharapkan mampu menyampaikan pesan anti-narkoba. Konser tersebut juga merupakan salah satu agenda yang dikemas dalam Banyuwangi Festival 2015 di Banyuwangi.


“Betapa figur ini bisa memilih segment, Drive akan bantu kita kampanye damai anti narkoba dan HIV/AIDS. Semoga pesannya bisa sampai ke masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat konferensi pers di depan Lapangan Maron, Genteng, Sabtu (29/8/2015) siang.


Drive yang digawangi oleh Budi, Igo, Adi dan vokalis baru mereka Tirta Adila juga sepakat menyerukan kampanye anti narkoba dan HIV/Aids.


Jiwa muda, anak band dan musik yang kerap bersinggungan erat dengan narkoba menurut mereka tidaklah tepat. Pasalnya inspirasi dan kreativitas bermusik bisa dilahirkan jika kondisi psikologis stabil dan sehat.


“Muda, anak band dan musik tidak selalu hubungannya dengan narkoba. Inspirasi musik bisa tercipta dari kondisi pribadi yang harus stabil dan fresh dan narkoba itu bukan jalan kami,” ungkap Budi.


Punggawa Drive lainnya, Igo berpendapat jika anak muda keren saat ini bukanlah mereka yang akrab dengan asap rokok dan narkoba. Tapi keren itu jika bisa menonjolkan prestasi dan wujudkan cita-cita. Drive berharap, image positif yang selama ini dibawa olehnya bisa berikan motivasi dan bisa menginspirasi anak muda Banyuwangi untuk bangkit dan berkarya.


“Keren itu bukan mereka yang pakai narkoba tapi keren itu jika kita tonjolkan prestasi dan punya cita-cita tinggi untuk dicapai. Semoga kami bisa jadi motivasi dan kehadiran formasi baru bisa lebih berprestasi, ” imbuh Igo.


Ajang peacefull concert yang digelar mulai pukul 19.00 wib di lapangan RTH Maron Genteng, Drive akan membawakan 10 lagu hits yang diambil dari album 1 hingga 4. Selain itu, sebuah lagu promo dan beberapa cover dari album si raja dangdut Rhoma Irama juga ikut akan mereka dendangkan.



Bupati Banyuwangi Gandeng Band Drive Untuk Perangi Narkoba dan HIV/AIDS
no image

Banyuwangi Sejajar Dengan Seattle, Amerika Serikat dan Kota-Kota Mancanegara Lain

Banyuwangi Sejajar Dengan Seattle, Amerika Serikat dan Kota-Kota Mancanegara Lain – Kabar mengagumkan datang dari Kabupaten Banyuwangi. Dalam rangkaian Compassionate City, Kabupaten Banyuwangi dijadikan satu dari 40 “Kota Welas Asih” di dunia dan sejajar dengan Seattle di Amerika Serikat, Capetown di Afrika Selatan, dan Leiden di Belanda. Banyuwangi juga sekaligus menjadi Kota/Kabupaten Welas Asih pertama di Indonesia.


Hingga saat ini, terdapat sekitar 231 negara-negara di seluruh penjuru dunia yang sedang menuju proses untuk mendapatkan predikat Welas Asih. Di antara sekian banyak negara tersebut, kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Bali juga menjadi beberapa di antaranya. Terpilihnya Banyuwangi sendiri merupakan hasil penandatanganan Piagam Welas Asih (Charter for Compassion) di Banyuwangi.


Charter for Compassion juga telah ditandatangani oleh lebih dari 100.000 tokoh di dunia, termasuk sejumlah tokoh terkemuka di Indonesia. Compassion Action International digerakkan oleh sejumlah tokoh, di antaranya pakar agama Karen Armstrong dan Presiden Masyarakat Islam Amerika Utara Imam Mohamed Magid.


abdullah azwar anas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menerima Penghargaan Kabta Awards 2015 (sumber foto: BeritaSatu)


”Banyuwangi berkomitmen menjadi daerah yang penuh cinta, bertaburan kasih sayang, tidak hanya dalam konteks ekonomi, tetapi juga secara hubungan sosial antarwarganya,” ungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.


Ia mengatakan, sejumlah sejumlah module di Banyuwangi sudah merepresentasikan prinsip-prinsip kasih sayang, humanisme, dan kebinekaan. Misalnya, pertemuan rutin lintas agama, gerakan Siswa Asuh Sebaya yang menjalin solidaritas antarsiswa, Gerakan Sedekah Oksigen yang melibatkan semua tokoh agama untuk kampanye lingkungan, ambulans 24 jam untuk melayani warga, serta pemberantasan buta aksara dan anak putus sekolah yang menjunjung tinggi aksesibilitas warga dalam menikmati layanan pendidikan.


“Termasuk juga bantuan permodalan untuk usaha kecil, bantuan benih untuk petani, serta beberapa kebijakan publik yang berbasis kemanusiaan,” ungkapnya.


Dia mencontohkan, di bidang pendidikan, para pendidik berkomitmen untuk menjadikan sekolah mereka sebagai sekolah welas asih atau compassionate school. Sekolah yang bebas diskriminasi, kekerasan, aman dan nyaman bagi siswa.


“Pendidik dan pelajar bukan hanya mempelajari, tapi juga mempraktikkan nilai kasih sayang, cinta, dan menghargai perbedaan. Tumbuh berprestasi bersama-sama, bukan menciptakan persaingan tidak sehat sejak masa kecil,” kata dia.


Demikian juga di bidang pelayanan publik, dengan menjadi bagian dari Kota Welas Asih, birokrat di Banyuwangi secara berkelanjutan meningkatkan pelayanan dan membangun fasilitas publik yang lebih manusiawi.


Program inovatif pelayanan publik telah dilakukan, seperti Bayi Lahir Pulang Bawa Akta, One Stop Services, dan SMS Gateway. Ke depan, program-program itu akan diperluas.


“Suara kritis publik diakomodasi, bisa lewat SMS Center, Twitter, maupun pertemuan-pertemuan langsung,” ujarnya.


Board member Compassion Action International, Dr Haidar Bagir yang hadir di Banyuwangi, kepada Kompas.com mengatakan, dengan menandatangani Charter for Compassion, Banyuwangi sudah masuk jaringan 40 kota di dunia yang sebelumnya telah menjadi Compassionate City.


“Dan ini akan menjadi height bagi Banyuwangi untuk bekerja sama dengan kota-kota lainnya  di Amerika Serikat, Eropa, Afrika, dan Asia,” ujar Haidar.


Haidar menambahkan, Banyuwangi adalah daerah pertama di Indonesia yang direkomendasikannya sebagai Kota Welas Asih. Saat ini tiga daerah lain, yaitu Jakarta, Bali, dan Bandung, sedang dalam tahap proses untuk menjadi Kota Welas Asih.


“Ini saatnya membalikkan kehidupan masyarakat yang semakin individualistik menjadi lebih humanis, daerah harus semakin pro warganya. Ini sudah sejalan dengan module yang telah dijalankan di Banyuwangi,” ujarnya.


Dengan menjadi Kota Welas Asih, ada beberapa keuntungan yang bisa didapat Banyuwangi. Pertama, untuk memperkuat branding Banyuwangi. Kedua, mempunyai jaringan internasional untuk saling bertukar pengalaman dan sumber daya dalam membangun daerah.


Saat ini, 231 kota di sejumlah negara sedang dalam proses menjadi Kota Welas Asih. Yang telah ditetapkan sebagai Kota Welas Asih antara lain Atlanta, Appleton, Denver, Houston, Seattle (semuanya Amerika Serikat), Capetown (Afrika Selatan), Eskilstuna (Swedia), Groningen dan Leiden (Belanda), Botswana, Parksville (Kanada), serta Gaziantep (Turki).



Banyuwangi Sejajar Dengan Seattle, Amerika Serikat dan Kota-Kota Mancanegara Lain
Saturday, August 29, 2015
no image

Website Banyuwangi Masuk Kategori Kabta Web Awards 2015

Website Banyuwangi Masuk Kategori Kabta Web Awards 2015 – Bayuwangi sukses menjadi salah satu kabupaten yang masuk dalam penghargaan website untuk Kabupaten terbaik. Dalam penghargaan tahunan Kabta Web Awards, Banyuwangi sukses menjadi salah satu dari enam kabupaten yang meraih penghargaan ini.


Dari kurang-lebih 370 website kabupaten yang memenuhi syarat penilaian, Banyuwangi sukses menembus enam besar dan dianugerahi penghargaan Kabta Web Awards tahun 2015 ini. Lalu apa kata Bupati kita? Pak Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengaku terkejut ketika dikabarkan mengenai pencapaian ini. Beliau tidak menyangka Banyuwangi berhasil mengalahkan 300-an website kategori kabupaten lainnya sehingga masuk ke 6 besar tahap penilaian dan sukses meraih penghargaan ini di tahun 2015 ini.


Beliau mengungkapkan, “Bagi kami website bukan soal menang tapi sejauh mana website tersebut memberi manfaat bagi banyak orang. Contohnya saja ingin mengetahui sejauh mana pembangunan ya tinggal membukanya.”


abdullah azwar anas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menerima Penghargaan Kabta Awards 2015 (sumber foto: BeritaSatu)


Bagi beliau, website Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki semangat untuk menjadikannya sebagai sarana informasi yang berguna dan meluas ke seluruh masyarakat Banyuwangi sendiri. Website tersebut memiliki tujuan untuk menyampaikan kabar tentang perkembangan Banyuwangi terkini, jadi informasinya akan sangat berguna bagi warga masyarakat Banyuwangi sendiri.


Dari penilaian 6 besar tersebut, website Banyuwangi sendiri mencapai peringkat kedua yang terbaik dari ratusan website kabupaten yang ada. Penghargaan sendiri diberikan oleh BeritaSatu sebagai penyelenggara. Sebagai penyelenggara, BeritaSatu memberikan penilaian berdasarkan konten website yang relevan, akses dan navigasi yang baik, aktual, hingga memiliki estetika tersendiri. Menurut pak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, website tersebut memiliki perencanaan pembangunan terbaik. Contohnya saja program e-musrembang, musyawarah perencanaan pembangunan sehingga publik mengetahui dan berpartisipatif dalam pembangunan di Banyuwangi.


Selain Banyuwangi yang berada di peringkat kedua Peraih Kabta Web Awards 2015, masih ada 5 website kabupaten lainnya yang juga meraih penghargaan yang sama. Mulai dari Kabupaten Bojonegoro di peringkat pertama dan Kabupaten Banyuwangi di peringkat kedua, berikut daftar lengkapnya:

1. Bojonegoro

2. Banyuwangi

3. Karanganyar

4. Kerawang

5. Trenggalek

6. Pulau morotai


Untuk kategori kota sendiri, Malang berhasil memperoleh penilaian yang paling tinggi mengalahkan Jakarta Timur. Berikut daftar Peraih Kabta Web Awards 2015, untuk kategori Kota, antara lain;

1. Malang

2. Jakarta Timur

3. Surabaya

4. Padang Panjang

5. Denpasar

6. Surakarta



Website Banyuwangi Masuk Kategori Kabta Web Awards 2015
no image

Salah Satu Budaya Banyuwangi Dipamerkan di Jerman

Salah Satu Budaya Banyuwangi Dipamerkan di Jerman – Budaya Indonesia sudah lama kita ketahui sangat menarik bagi penduduk luar negeri. Batik, Angklung, Tari Bali, Gamelan, dan sebagainya sudah lama mendapat panggung di pentas internasional. Kali ini salah satu budaya Indonesia, salah satu produk budaya Banyuwangi, memiliki panggungnya sendiri di Jerman.


Sebuah festival budaya terbesar di Eropa, Museumsuferfest, menjadi saksi bagi penari-penari budaya Banyuwangi yang membawakan tarian topeng pengusir roh jahat. Museumsuferfest yang diselenggarakan di Jerman ini menjadi panggung bagi para penari budaya Banyuwangi tersebut. Adapun Djaduk, Bonita, Dira dan Dwiki selaku penampil, berjuang mengharumkan Indonesia dan budayanya di panggung internasional.


budaya banyuwangi


Partisipasi Indonesia dalam festival budaya tersebut adalah sebagai Tamu Kehormatan. Tak tanggung-tanggung, para penari budaya Banyuwangi tersebut juga diberi panggung utama yang mencapai luas 800 meter. Tak hanya sebagai penari Barong Osing, kelompok tersebut juga membawakan musik-musik daerah yang diperpadukan dengan alat musik modern, bahkan dipadukan juga dengan genre musik modern seperti Jazz.


Berlanjut, para penampil yang membawa nama baik Indonesia ke mancanegara juga membawakan beragam musik khas lainnya, seperti dangdut yang memiliki akar dari musik India, dibawakan dengan warna khas musik Melayu.


Secara keseluruhan, para penampil sukses memukau penonton di tanah Jerman yang sangat banyak jumlahnya. Standing applause juga mewarni aksi kreasi kelompok tersebut. Selain itu, perwakilan Indonesia juga menampilkan rapper, pemain musik daerah yang dicampur antara musik Sunda, Jawa, Bali, dan Minang dengan alat musik seperti gitar, gamelan, dan sebagainya. Lagu-lagu daerah Indonesia hasil kreasi anak-anak negeri pun sukses memukau penonton.



Salah Satu Budaya Banyuwangi Dipamerkan di Jerman
Tuesday, August 25, 2015
Pemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M

Pemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M

pantai teluk hijau banyuwangiPemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M – Setelah Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai pusat pelatihan dan pembangunan sumber daya manusia bidang kelautan dan perikanan nasional oleh pemerintah.


Pemerintah akan membangun Politeknik Perikanan Negeri di Banyuwangi dengan kucuran dana Rp. 150 miliar.


Selain sudah mempunyai Balai Pendidikan dan Pelatihan Kelautan dan Perikanan (BPPP), Banyuwangi juga memiliki SMK maritim, industri galangan kapal dan potensi wisata bahari yang besar.



BPPP Banyuwangi menyelenggarakan pelatihan menggunakan kurikulum internasional yang berbasis dunia usaha dan dunia industri.


Dengan memperkuat sektor maritim, Banyuwangi menjadi basis karena memiliki potensi yang besar.



Pemerintah Danai Bangun Sektor Perikanan Banyuwangi Rp 150 M
Copyright © 2012 Suara Banyuwangi All Right Reserved
Shared by Themes24x7